BMT TUMANG Selenggarakan Workshop Social Enterprise

Dalam upaya memahami konsep bisnis dan sosial dengan lebih mengedepankan nilai sosial- pemberdayaannya, BMT TUMANG telah menyelenggarakan Workshop Social Enterprise pada 20 Januari 2016 lalu. Acara yang mengundang para manager –termasuk manager dari BMT-BMT perhimpunan se-Boyolali tersebut– dilaksanakan di Aula BMT TUMANG lantai 3 dengan menghadirkan Jamil Abbas selaku GM PBMT Social Ventures dari Jakarta.

Sebelum acara demi acara dilalui, Adib Zainuri, selaku direktur utama BMT TUMANG terlebih dahulu memberikan sambutan terkait cara workshop tersebut. Dalam kesempatan itu, Adib menyampaikan bahwa acara Worshop Social Enterprise sengaja diselenggarakan lantaran BMT TUMANG ingin masing-masing manager memiliki kepekaan sosial yang lebih. Artinya, bobot perhatian mereka bukan saja untuk kepentingan bisnis semata. Namun juga dalam bidang sosial.

“Kami ingin para manager cabang –khususnya manager cabang BMT TUMANG– memiliki kepentingan dan visi yang sama di bidang sosial. Setidaknya mereka juga memiliki kepekaan sosial, yang mana sejauh ini seolah-olah bidang sosial menjadi monopoli pekerjaan Baitul Maal saja,” tandasnya. Karena itu, lanjut Adib, baik Baitul Maal dengan Baitut Tamwil harus bersinergi, saling mengisi dan saling memberi kemanfaatan bersama bagi BMT secara keseluruhan.

Sementara itu, sebanyak 30-an peserta yang mengikuti acara workshop tersebut tampak antusias. Pasalnya dalam kesempatan tersebut Jamil Abbas menyampaikan beberapa materi yang selama ini terbilang baru bagi para peserta. Misalnya, pada materi “Meningkatkan Impact Social Enterprise”. Di materi ini, Jamil sengaja menerangkan bagaimana BMT menjalankan sebuah bisnis untuk membiayai program sosial.

Jamil mengatakan bahwa BMT juga harus memiliki misi sosial bukan sekadar berfokus pada bisnis. “Social Enterprise mengajarkan kita bagaimana bisa memahami konsep bisnis dan sosial dengan lebih mengedepankan nilai sosial dan pemberdayaan, sehingga pada akhirnya nanti akan membawa perubahan sosial-ekonomi di masyarakat,” tandasnya.

Dalam workshop tersebut juga dijelaskan bagaimana sebuah pelayanan yang sempurna dan paripurna bagi sebuah perusahaan. Di mana dalam hal ini dicontohkan bagaimana pelayanan yang dijalankan Hotel The Ritz Carlton. “Setidaknya dengan meniru pelayanan yang dijalankan oleh Hotel Ritz Carlton kita akan memiliki standar pelayanan yang baik,” imbuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top