BMT TUMANG Gelar Pelatihan Finance

Dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kemampuan setiap pengelola, maka pada Selasa 1 Desember 2015 lalu, managemen BMT TUMANG menyelenggarakan pelatihan terhadap sekitar 25 pengelola, khususnya pengelola funding dan finance.

Pelatihan yang bertempat di Aula lantai 3 Kantor Pusat BMT TUMANG tersebut terdiri dari dua sesi. Di mana sesi pertama mengambil materi tentang methode survey dan sesi kedua lebih berfokus pada persoalan akad.

Sebagai pemateri dalam pelatihan tersebut ialah Harun Santoso, SE, ME.Sy selaku manager marketing BMT TUMANG. Dalam kesempatan tersebut Harun menyampaikan perlunya dipahami dan diketahui oleh para pengelola terkait dengan metodhe dalam survey calon anggota BMT TUMANG. Pasalnya, lanjut Harun, jika metode ini tidak bisa dikuasai secara matang oleh para pengelola pada akhirnya bisa berpotensi merusak hak dan kewajiban.

“Survey calon anggota haruslah detil dan penuh kehati-hatian. Sisik melik dari siapa calon anggota haruslah dilakukan secara cermat dengan melibatkan beberapa pihak dan jangan dilupakan pula untuk mengetuhi kemampuan ekonomis si calon anggota. Hal ini untuk menghindari kasus kredit macet dan yang lain,” ujarnya.
Proses berikutnya yang juga tak kalah penting ialah akad. Akad syariah dengan lembaga keuangan konvensional tentu berbeda. Di lapangan, inilah yang biasanya menjadi problem. Bagi masyarakat yang sejauh ini belum tau atau akrab dengan perbankan atau lembaga keuangan syariah, maka akan cukup kerepotan dalam memahaminya. Untuk itu, para pengelola wajib menguasai akad berikut jenis-jenisnya dan juga memiliki kemampuan komunikasi yang bagus untuk mensyiarkan atau menerangkan kepada calon anggota’.

“Jenis-jenis akad wajib diketahui dan dipahami oleh semua pengelola. Karena di lapangan pasti akan banyak model-model transaksi yang harus disesuaikan dengan jenis akad-nya.” terangnya.

Pelatihan yang diselenggarakan sehari penuh tersebut juga membahas soal managemen risiko. Hal ini dimaksudkan agar para pengelola juga memiliki kemampuan kehati-hatian dalam menjalankan tugasnya, sehingga mampu mengelola risiko yang akan dihadapi.
Ika Kristiana, salah seorang pengelola BMT TUMANG Cabang Cepogo mengaku senang dengan diselenggarakannya pelatihan tersebut. Dia mengaku termotivasi untuk lebih menguasai jenis akad-akad yang ada. Juga ingin memiliki kemampuan analisa yang bagus saat mensurvey calon anggota. “Saya ingin tumbuh berkembang, kian paham dengan sistem syariah. Maka pelatihan sehari ini sangat berharga buat saya. Yang jelas kapasitas keilmuan akan bertambah,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top