Shalat, Kunci Kebahagiaan Berumah Tangga

     Siapa yang tidak menghendaki rumah tangganya sakinah, mawadah, warohmah (samara)? Tentu semua orang menginginkannya. Hanya saja, tidak mudah untuk memiliki rumah tangga yang samara. Dibutuhkan serangkaian ikhtiar yang total dan kontinyu dengan dilambari niat yang senantiasa lurus karena Allah SWT.

     Ya, rumah tangga samara dipastikan menjadi cita-cita tertinggi bagi kita yang sudah menikah. Bahkan, bagi yang belum menikah pun memiliki cita-cita yang serupa. Dalam sudut pandang agama (Islam), untuk membangun sebuah rumah tangga yang samara dibutuhkan banyak perjuangan. Diantaranya ialah bagaimana upaya kita membangun hubungan dengan Allah SWT secara intens dan tidak terputus salah satunya melalui ibadah shalat.

     Shalat adalah ‘sarana’ berkomunikasi dengan Allah SWT secara langsung yang jika dilaksanakan secara benar sesuai dengan tuntunan, akan memberi dampak psikologis bagi yang menjalankannya dalam banyak bentuk. Misalnya, ketenangan jiwa, kebeningan hati, kejernihan akal, serta menjauhkan diri dari perkara-perkara yang terlarang secara agama. Dari sinilah kita akan dapat menjalani kehidupan berumah tangga dengan tenang, kuat, serta memiliki kepasrahan yang tinggi kepada Allah SWT.

     Demikianlah setidaknya intisari dalam acara Pengajian Membangun Keluarga Utama (MKU) yang digelar KJKS BMT TUMANG pada Ahad, 6 September 2015 lalu di Masjid Banaran, Boyolali. Pengajian rutin dua bulanan khusus bagi keluarga besar atau pengelola KJKS BMT TUMANG tersebut menghadirkan Ustadz H. Muhammad Amir, SH dari Ngruki, Sukoharjo. “Jangan menyepelekan shalat. Sebab, shalat amalan wajib yang pertama bagi kaum muslimin yang kelak akan dipertanyakan di hadapan Allah SWT,” tandasnya.

     Bukan hanya itu, Muhammad Amir juga menandaskan bahwa karena menikah atau berumah tangga adalah ibadah, maka dalam perjalanan rumah tangganya sehari-hari pun tak lepas dari nilai ibadah. Upayakan agar rumah tangga selalu dipenuhi amalan ketaatan, perbuatan baik dan takwa yang dilakukan seluruh penghuni rumah. “Perintahkanlah keluargamu untuk mengerjakan shalat dan bersabarlah atasnya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, bahkan Kamilah yang memberimu rezeki dan balasan yang baik itu bagi orang-orang yang bertakwa.” katanya mengutip dari Alquran Surat Thaha ayat 132. Sementara itu, selain pengajian, acara yang dimulai pukul 09.00 tersebut juga diisi dengan pemberian santunan beasiswa dhuafa kepada warga yang kurang mampu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top