Berwirausaha Selagi Muda

Profesi sebagai wirausahawan selama ini belum begitu memikat generasi muda.  Kondisi ini disebabkan dunia wirausaha masih jauh dari kehidupan mereka. Otomatis mereka tidak tahu atau belum tahu indahnya dunia wirausaha. Padahal jika tahu bagaimana indahnya berwirausaha, maka mereka atau kita akan lebih memilih menjadi wirausahawan.

Profesi ini pernah diontohkan Nabi Muhammad SAW. Pada usia 8 tahun, beliau sudah menggembalakan kambing hingga pada akhirnya menjadi pengusaha yang selalu jujur dan amanah. Bahkan pada usia baru 12 tahun, beliau sudah mampu berdagang hingga ke manca negara, yakni ke Syiria.

Lantas, apa sebenarnya bekal untuk menjadi seorang wirausahawan muda? Apakah cukup dengan modal berani dan nekat? Berikut ini beberapa kiat dan bekal sebelum menjadi wirausahawan.

Pertama, memiliki sikap mental positif. Sikap mental adalah cara mengekspresikan atau mengkomunikasikan suasana hati kepada orang lain. Jika sikap mental kita positif, maka kita disebut sebagai orang yang memiliki sikap mental positif. Pun sebaliknya. Seorang wirausahawan memutuhan mental ini. Sebab, dunia wirausaha adalah dunia relasi sehingga sikap mental positif sangat dibutuhkan.

Kedua, memiliki mimpi dan berusaha mewujudkan. Mimpi adalah dasar seseorang dalam menjalankan kegiatan wirausaha. Seorang enterpreneur memulai kegiatan berwirausaha dari mimpi-mimpi dan harapan yang tinggi, yang dalam bahasa manajemennya disebut visi.

Ketiga, selalu belajar dari kesuksesan dan kegagalan orang lain. Kesuksesan orang lain bisa dikembangkan menjadi kesuksesan bagi diri kita. Berwirausaha tidak mengenal kata berhenti belajar, maka sudah sepatutnya kegagalan orang lain kita jadikan bahan pembelajaran.

Keempat, menerima kegagalan. Tidak ada orang sukses yang tidak gagal sebelumnya. Sebagai contoh ketika anak yang sedang belajar naik sepeda. Tidak pernah ada “Konsep Kegagalan” dalam kamus mereka ketika belajar naik sepeda. Yang mereka lakukan adalah terus mencoba dan belajar. Begitu pun dengan usaha menjadi wirausahawan. Jadi terimalah kegagalan, tapi jangan membuat berputus asa.

Kelima, doa. Tidak ada yang memiliki kuasa yang lebih tinggi, kecuali kuasa dari Allah SWT. Jika Dia menghendaki kita berhasil, maka kita akan berhasil. Tetapi kita dianjurkan untuk meminta keberhasilan itu, dan janji-Nya akan mengabulkan permohonan hamba-Nya.

Lima bekal ini tentu bukan menjadi syarat utama. Tentu masih banyak lagi bekal yang harus dimiliki ketika kita berkeinginan menjadi seorang wirausahawan. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top