Gempita Tahun Baru

Momen tahun baru 2018, keberanian berhijrah merubah segala tindakan yang merugikan mulai tertanam dalam diri. Kata Hijrah yang memiliki arti meninggalkan, menjauhkan, dan berpindah tempat. Dalam konteks sejarahnya hijrah adalah suatu perpindahan tempat yang dilakukan oleh  Rasulullah Saw. beserta para sahabat dari Kota Makkah menuju Madinah dengan tujuan untuk mempertahankan dan menegakkan risalah Allah, yang sesuai dengan syari’at Islam.

Tak terbayang oleh kita bagaimana perjuangan yang dilakukan  Nabi Muhammad SAW. beserta para sahabatnya. Berkat beliau melakukan perjalanan hijrah, kita sebagai ummatnya dapat merasakan kenikmatan yang luar biasa yakni dapat menjalani kehidupan yang damai dan tentram.

Memaknai hijrah dengan konteks yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Sudah seharusnya sebagai manusia kita harus hijrah menjauhi segala hal yang dilarang oleh Allah SWT. seperti menjauhkan kemungkaran, perbuatan maksiat, tindakan kekerasan, tindakan radikalisme, pengrusakan, saling bertengkar, serta kegiatan yang dilarang lainnya. Selagi kita masih diberikan umur panjang ada baiknya segera kita melakukan hijrah.

Tidak sulit untuk melakukan kegiatan berhijrah dari yang buruk menjadi lebih baik lagi, bila kita mempunyai niat yang kuat untuk merubah diri kita menjadi lebih baik lagi. Allah akan memberikan jalan yang terbaik bagi umatnya bila bersungguh-sungguh melakukan perubahan.

Mari kita memulai dan memperbaiki kualitas hidup kita di tahun baru ini untuk menjadikan hidup kita penuh dengan kebaikan, kebermanfaatan, kebersamaan, dan kerukunan antar ummat. Jangan jadikan hidup kita ini menjadi hidup yang tidak berguna dan merugikan orang lain. Apalagi bila kita sampai terpengaruh oleh paham tindakan radikalisme dan terorisme yang ingin memecah belah bangsa Indonesia. Hal itu bukan lagi semangat berhijrah melainkan semangat merusak.

Alquran dalam kaitannya sebagai mukjizat paling besar yang dianugerahkan oleh Allah swt kepada Nabi kita tercinta, Nabi Muhammad saw adalah pedoman dan panduan hidup yang selain bermanfaat sebagai pelita yang akan menunjukkan jalan jalan kebenaran dan kebajikan dalam kegelapan agar manusia tidak tersesat, Juga terselip didalamnya wadah air sejuk berupa kata kata mutiara yang sangat indah yang akan berguna untuk menyegarkan hati kering manusia setiap kali ia dibuka dan diteguk, dan mengobarkan kembali semangat berjuang kita dalam menghadapi ujian demi ujian, serta membangkitkan motivasi kita dalam berjuang.

“Janganlah kamu berduka cita, Sesungguhnya Allah selalu bersama kita.

(QS. At-Taubah 40)

Janganlah bersedih, sebab yang pantas bagi orang Islam dan orang Mukmin hanyalah kebahagiaan, tiada yang abadi di dunia,, Kesenangan dan kesusahan datang silih berganti, itu wajar adanya.. dan semua orang juga mengalaminya.
“Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang ketika ditimpa musibah mereka mengucapkan Sungguh kita semua ini milik Allah, dan Sungguh KepadaNya lah kita kembali.

(QS.al-baqarah;155-156)
Kesabaran itu berat, namun bukan hal yang mustahil dilakukan.. kita pasrahkan diri kita dan keadaan serba sulit ini kepadaNya, sebab kita semua ini adalah milikNya, yang pasti juga akan dijagaNya.
“Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan orang-orang yang kufur (terhadap karunia Allah).” (Q.S. Yusuf: 87)
Kenapakah kita berputus asa bila ternyata selalu ada harapan? Bukankah islam melarang kita untuk berputus asa?

 

“Dan hanya kepada Tuhanmulah (Allah SWT), hendaknya kamu berharap”.

(Qs Al Insyirah: 8)
Tidak ada yang lain lagi yang pantas untuk dimintai pertolongan selain daripada Dia Yang Maha Menolong hambaNya, jadi selalulah kita berharap kepada Dia yang Maha bisa diandalkan.
“Berdoalah (mintalah) kepadaKu (Allah SWT), Pastilah aku kabulkan untukmu”. (QS. Al-Mukmin : 60)

 

“Apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu (Wahai Muhammad) tentang Diriku, maka jawablah, bahwa Aku ini dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu, maka hendaknya mereka itu memenuhi perintahKu dan hendaklah mereka yakin kepadaKu, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”.

(Al-Baqarah : 186)
Dia tidak jauh, Dia sangat dekat dan bahkan selalu menemani kita, karena itu..
“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman.”

(Q.S. Al-Imran: 139)

 

Saudaraku.. masih terasa beratkah beban itu? bukankah…

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kadar kesanggupannya.” (Q.S. Al-Baqarah: 286)
Dan hukum pasti dari kesulitan adalah..
“Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.”

(Q.S. Al-Insyirah: 5-6)
Jadi tidak seharusnya kita kehilangan kobaran semangat itu..

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertaqwalah kepada ALLAH supaya kamu Menang .
(Ali Imraan : 200)
Yakinlah sahabat..
“Barang siapa bertakwa kepada Allah maka Dia akan menjadikan jalan keluar baginya, dan memberinya rizki dari jalan yang tidak ia sangka-sangka, dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah maka cukuplah Allah baginya, Sesungguhnya Allah (Bebas) melaksanakan kehendak-Nya, Dia telah menjadikan untuk setiap sesuatu menurut takarannya”

(Q.S. Ath-Thalaq: 2-3)
Allah yang tahu apa yang baik untuk kita, Mari kita tawakkalkan diri kita padaNya, Hanya Allah yang mampu menjawab semua permasalahan kita..
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, ALLAH mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui .
(Al-Baqarah : 216 )
Mari kita ikrarkan dengan penuh motivasi, keyakinan dan harapan yang besar kepadaNya..

“Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal .

(At-Taubah : 129)
Semoga Tuhan menolong kita, dan semoga semuanya berakhir dengan keindahan dan kebahagiaan..

“Wahai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam Rombongan hamba-hamba-Ku, dan kemudian masuklah ke dalam surga-Ku”

(QS Al-Fajr [89] : 27-30)

Sahabatku, Teruslah berjuang dalam hidup yang singkat ini dan tunjukkan bahwa kita ini adalah memang makhluk paling sempurna dan makhluk yang paling tangguh di seluruh alam semesta, bukankah malaikat saja tidak diamanahi kesempatan untuk menjalani kehidupan dunia sebagai mana kita? akankah kita hanya terus menerus mengeluh dan meratap saja padahal Tuhan sudah mempercayai kita untuk menjalani Ujian berat ini yang sudah pasti sebenarnya tidak mungkin Dia memberi ujian yang melebihi kadar kekuatan diri kita?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top