SABAR HINGGA AKHIR…

Kita mungkin pernah ditimpa musibah, mendapatkan cobaan hidup yang berat, dikhianati, disepelekan, bahkan kehilangan orang yang kita sayangi. Tentu yang kita rasakan adalah rasa sedih yang mendalam. Penderitaan yang berat meninggalkan luka yang mendalam. Allah SWT memberikan jalan untuk melewati berbagai rintangan hidup, baik kesedihan, kehilangan maupun sesuatu yang tak mungkin diungkapkan dengan kata, namun mengalir lewat air mata dan elus dada. Sabar, satu kata yang ringan namun perlu perjuangan.  Tidak semua orang sanggup melakukan ini. Mudah diucapkan namun tak mudah untuk dikerjakan. Banyak yang akhirnya menyalahkan takdir, merasa ibadah selama ini tidak berguna karena malah mendapatkan musibah, dan sampai ada menggunakan jalan yang dilaknat, stress bahkan bunuh diri. Semoga kisah ini bermanfaat bagi kita semua, bahwa sesulit apapun kehidupan kesabarannlah yang membuat kita bertahan hingga kaki melangkah di surga.

Aku keluar rumah hendak menjaga perbatasan di uraisy, mesir. Ketika berjalan, aku melewati sebuah perkemahan dan aku mendengar seorang berdoa :

“Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. (Annaml:19)

Aku melihat orang yang berdoa tersebut, ternyata ia sedang tertimpa musibah. Dia telah kehilangan tangan dan kedua kakinya,matanya buta,dan kurang pendengarannya.

Lalu aku mendatanginya dan berkata kepadanya: “wahai hamba Allah,sungguh aku telah mendengar doamu tadi,ada apa gerangan?

Kemuadian orang itu berkata: “wahai hamba Allah, demi Allah seandainya Allah mengirim gunung-gunung dan membinasakanku dan laut-laut menenggelamkanku,tidak ada yang melebihi nikmat tuhanku dari lisan yang berdzikirini.”

Kemudian ia menambahkan : “sungguh,sudah tiga hari ini aku kehilangan anakku. Apakah engkau bersedia mencarinya untukku? (anaknya inilah yang biasa membantunya berwudhu dan member makan)

Maka aku berkata kepadanya: “Demi Allah, tidak ada yang lebih utama bagi seseorang yang berusaha memenuhi kebutuhan orang lain, kecuali memenuhi kebutuhanmu.”

Kemudian aku pergi untuk mencari anaknya. Tidak jauh aku berjalan, aku melihat tulang-tulang berserakan diantara bukit pasir. Dan ternyata anaknya telah dimangsa binatang buas. Lalu aku berhenti dan berkata dalam hati:”bagaimana caraku kembali kepada temanku, dan apa yang akan kukatakan padanya mengenai kejadian ini, akumulai berpikir. maka aku teringat kisah Nabi Ayyub As.

Setelah kembali, aku memberi salam kepadanya.

Dia berkata : Apakah engkau temanku?

Aku berkata “benar”

Dia bertanya lagi:”apa yang selama ini dikerjakan anakku?

Aku berkata: “apakah engkau ingat kisah nabi ayyub?

Dia menjawab:iya.’

Aku berkata : apa yang Allah berikan padanya?

Diaberkata : Allah mengujinya dengan dirinya dan hartanya.

Aku katakana: bagaimana ia menyikapinya?

Dia berkata : ayyub bersabar”.

Aku katakana :”apakah Allah mengujinya cukup dengan itu?

Dia menjawab:”bahkan kerabat dekat dan jauhpun menolak dan meninggalkanya.’

Lalu aku berkata : bagaimana ia menyikapinya?”

Dia berkata : dia tetap sabar.wahai hamba Allah,sebenarnya apa yang ingin kau katakana?

Aku berkata : “anakmu telah meninggal,aku mendapatkannya telah dimangsa binatang buas diantara bukit pasir.”

Dia berkata: ‘segala puji bagi Allah yang tidak menciptakan dariku keturunan yang dapat menjerumuskan ke neraka.”

Lalu dia menarik nafas sekali dan ruhnya keluar.aku duduk dalam keadaan bingung apa yang akan kulakukan,jika aku tinggalkan,dia akan dimangsa binatang buas. Jika aku tetap berada disampingnya , aku tidak dapat berbuat apa-apa. Ketika  aku sedang bingung, tiba-tiba ada segerombolan perampok menyerangku.

Para perampok itu berkata. Apa yang terjadi? Maka aku ceritakan apa yang telah terjadi. Mereka berkata:” bukalah wajahnya untuk kami!”maka aku membuka wajahnya, lalu mereka memiringkannya dan mendekatinya seraya berkata: Demi Allah, ayahku sebagai tebusannya, aku menahan mataku dari yang diharamkan Allah dan demi Allah,ayahku sebagai tebusannya, tubuh orang ini menunjukkan bahwa ia adalah orang yangsabar dalam menghadapi musibah.”

Lalu kami memandikanya, mengkafaninya, dan menguburnya.kemudian aku kembali ke perbatasan. Malamnya  kau tidur dan aku melihatnya di mimpiku, dia berkata :”Allah telah memasukkanku ke dalam surga dan berkata kepadaku”keselamatan atasmu berkat kesabarannmu (Qs.Ar ra’du:24)

Ingatlah,hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram (ar ra’du :28)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top