Beasiswa Progresif: Sejuta Cita Anak Bangsa

Harry Prasetyo pelajar asal Jambu Wetan Kelurahan Manggis Kecamatan Mojosongo mengaku gembira dan merasa terbantukan dalam menempuh pendidikan di SMK Negeri 1 Mojosongo Kabupaten Boyolali. Ayah Harry adalah seorang pedagang keliling yang penghasilannya tak tetap.

Ia merupakan satu dari sekian banyak siswa yang menerima bantuan Program Beasiswa Progresif Baitul Maal BMT TUMANG 2017 yang digagas oleh Manager Baitul Maal BMT TUMANG Jumali.

“Dulu itu sulit untuk membayar SPP dan keperluan sekolah lain seperti seragam, namun sekarang dengan mudah tercukupi. Sehingga saya bisa lebih fokus belajar.” ujarnya saat diwawancarai di sekolah (24/8/2017).

Siswa lainnya yang juga penerima beasiswa PBM BMT TUMANG adalah Muhammad Syaifuddin, siswa dari SMKN 1 Boyolali. Orang tua Syaifuddin adalah petani yang pendapatannya tidak pasti.

Menurut Syaifuddin, beasiswa PBM BMT TUMANG sangat membantunya untuk tetap bersekolah.

“Saya merasa cukup terbantu dengan adanya beasiswa, karena sebelum adanya bantuan saya sering menunggak untuk membayar SPP tapi setelah mendapatkan beasiswa SPP saya sudah tidak menunggak lagi, Terimakasih BMT TUMANG.” ucapnya dengan gembira.

Manager Baitul Maal BMT TUMANG terus memperluas akses beasiswa PBM BMT TUMANG agar bisa merata dan berkualitas, khususnya siswa yang berprestasi namun terkendala ekonomi serta yatim dan piatu.

“Tahun depan (2018) Beasiswa Progresif Baitul Maal BMT TUMANG akan menyebar tidak hanya di kota Boyolali seperti saat ini, tetapi juga akan memperluas ke daerah Solo, Salatiga dan Kartasura.” ungkapnya saat acara Koordinasi bersama staff Baitul Maal di Boyolali (31/8/2017).

Jumali menambahkan pentingnya peningkatan sebaran beasiswa agar siswa berprestasi yang terkendala biaya dapat dirasakan oleh semua pihak seingga dakwah ekonomi keuangan syariah BMT TUMANG betul-betul dapat dimengerti oleh masyarkat luas.

Tahun ini ada 15 anak penerima beasiswa PBM BMT TUMANG sedangkan tahun depan jumlah penerimannya akan dinaikan menjadi 60 siswa.

“Supaya tidak ada lagi putus sekolah atau menurunnya prestasi anak-anak dalam belajar hanya terkendala masalah biaya” ujar Qoshid di Kantor Baitul Maal, Boyolali (31/82017)

Pengelola keuangan Baitul Maal hanifah Millatina mengatakan, Baitul Maal BMT TUMANG mengalokasikan anggaran sebesar Rp 45 juta untuk beasiswa PBM BMT TUMANG. dana tersebut tidak termasuk biaya operasional dan management tetapi langsung didistribusikan kepada penerima beasiswa.

Selama ini, siswa menerima beasiswa dalam buku tabungan yang bisa dicairkan setiap bulannya di kantor KSPPS BMT TUMANG. “Sebanyak 60 persen telah dicairkan kepada 15 siswa yang berhak” kata Hanifah.

Program beasiswa ini kata dia, memang dapat meringankan beban orang tua dalam menjaga anaknya tetap bersekolah. Dana yang ada dalam tabungan dapat digunakan untuk membeli keperluan-keperluan sekolah.

“sekarang anak-anak memegang buku tabungan yang dapat dengan memudahkan siswa dalam mencairkan dan memanfaatkannya” ujarnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top