Hukum Jual Beli Darah Manusia

Para ulama fikih pada abad dahulu tidak pernah membahas tentang hukum transfuse darah, karena di masa mereka belum pernah dilakukan pemindahan darah seseorang ke orang lain. Oleh karena itu, pembahasan ini termasuk pembahasan kontemporer.

Beberapa lembaga fatwa resmi, seperti: dewan fatwa kerajaan Arab Saudi, dewan fatwa Al Azhar dan Al Majma’ al Fiqh al Islami (divisi fikih Rabithah Alam Aslami), memfatwakan belh melakukan tranfusi darah demi menyelamatkan nyawa seorang muslim, dan hal itu termasuk tolong-menolong dalam kebajikan. (Dr. Shaleh Al Musallam, hal 369).

Namun bagaimana hukumnya menjual-belikan darah?

Jual-beli darah hukumnya haram, karena darah ada;ah bagian dari organ manusia, dan organ manusia tidak boleh diperjual belikan, karena perbuatan menjual organ termasuk menghinakan manusia padahal Allah telah memuliakan anak Adam. (Dr. Musa Mahdi, Ahkam Al Ribh fil Fiqh al Islami, jilid II, hal 806, desertasi di Universitas Islam Al Imam, Riyadh, Arab Saudi).

Berikut ini fatwa ahli fikih yang tergabung dalam Al Majma’ Al Fiqh Al Islami (divisi fikih Rabithah Alam Islami) yang bersidang di Mekkah pada tahun 1989: “Hukum mengambil imbalan dari penjualan darah tidak boleh, karena darah termasuk benda yang haram untuk diperjual belikan berdasarkan teks Al Quran yang menyebutkan bahwa darah, bangkai dan babi tidak boleh dijual. Dan Hadis Nabi juga mengatakan:

“Sesungguhnya Allah bila mengharamkan sesuatu, juga mengharamkan imbalan dari penjualan sesuatu tersebut”.

Juga diriwayatkan dani Nabi dalam hadisyang shahih bahwa beliau melarang menjual-belikan darah. Terkecuali pada saat darurat untuk tujuan medis, jika tidak didapatkan orang yang mau mendonorkan darahnya kecuali dengan imbalan, maka dalam keadaan darurat hal yang haram boleh dilakukan, dengan demikian pembeli boleh memberikan bayaran harga darah dan dosanya ditanggung oleh penjual. Namun tidak mengapa memberikan uang penghargaan dalam bentuk hibah atau hadiah sebagai pendorong orang-orang untuk giat melakukan donor darah demi kemanusiaan, hal ini dibolehkan karena termasuk dalam akad hibah dan bukan jual beli”. (Qararat wa taushiyat Al Majma’al fiqhy al Islami, hal 253-254).

 

Disadur dari:

Tramizi, Erwandi. 2016. Harta Haram Muamalat Kontemporer. Cetakan 12. Halaman 91-93. PT. Berkat Mulia Insani: Bogor.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top