Hukum Jual-Beli Darah

Para ulama telah sepakat bahwa tidak sah menjual darah yang mengalir dari hasil sembelihan, karena darah tersebut hukumnya najis, dan najis tidak sah diperjual belikan. (Muhammad Shadiq, Al Kasbul Haram, jilid I, hal 215, Thesis di Universitas Islam Al Imam, Riyadh, Arab Saudi.

Maka hasil keuntungan menjual darah termasuk haram.

Dalil yang menjalaskan haramnya menjual darah adalah sebagai berikut:

  1. Sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam,

“Rasullah shallallahu’alaihi wa sallam meralarang uang nilai hasil darah.” (HR. Bukhari).

Sebagian para ahli hadis menafsirkan maksud hadis di atas adalah uang upah berbekam, akan tetapi makna hadis tersebut umum yang juga mencakup larangan menjual darah.

  1. Juga sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam,

“Sesungguhnya Allah bila mengharamkan memakan sesuatu, berarti Allah mengharamkan juga uang hasil penjualannya”. (HR. Abu Daud. Hadis ini dishahihkan oleh Al-Albani).

 

Dalam banyak ayat Al Quran Allah juga telah mengharamkan darah, ini berarti Allah juga mengharamkan menjual darah serta mengharamkan hasil keuntungan penjualannya.

Termasuk dalam hal ini, haram uang hasil penjualan sate yang terbuat dari darah, sosis yang terbuat dari darah darah, pudding hitam yang dicampur darah,. Begitu juga haram uang hasil penjualan makanan yang mengandung darah sebagai pewarna, seperti hamburger, dan beberapa jenis makanan bayi. (Basim Al Qarafi, An Nawazil Fithaharah, jilid I, halaman 375. Badriyyah Al Haritsi, An Nawazil fil Ath’imah. Jilid II, hal 661).

Disadur dari:

Tramizi, Erwandi. 2016. Harta Haram Muamalat Kontemporer. Cetakan 12. Halaman 93-94. PT. Berkat Mulia Insani: Bogor.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top