Etos Kerja Seorang Muslim

Allah berfirman dalam QS. Al-Jumu’ah ayat 10 ;

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ. (سورة الجمعة : ١٠)

Artinya : Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. (QS. al-Jumu’ah : 10)

Imam al-Qurthubi ketika menafsirkan ayat ini mengatakan : ” apabila kalian sudah selesai shalat maka bertebaranlah kalian diatas muka bumi untuk berdagang, atau bekerja dalam rangka memenuhi kebutuhan kalian, dari rezeki Allah azza wa jalla. “

Beliau bercerita, seorang ulama bernama ‘Araak bin Malik, apabila ia selesai shalat jum’at, saat mau keluar, maka ia akan berhenyi dipintu masjid dan berdo’a :

اللهم إني أجبت دعوتك ، وصليت فريضتك ، وانتشرت كما أمرتني ، فارزقني من فضلك وأنت خير الرازقين.

Artinya : “Ya Allah sungguh aku telah menjawab panggilan-Mu, dan aku sudah shalat yang Engkau fardhukan, dan aku telah pergi menebar sebagaimana Engkau perintahkan kepadaku, maka berikanlah kepadaku dari karunia rezeki-Mu, dan Engkau adalah sebaik-sebaik pemberi rezeki”.

Kemudian dalil shahih dari hadis Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang menunjukkan akan pentingnya bekerja adalah hadis yang disampaikan oleh Imam Bukhari riwayat az-Zubair bin Awwam berikut ini ;

عَنْ الزُّبَيْرِ بْنِ الْعَوَّامِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَأَنْ يَأْخُذَ أَحَدُكُمْ حَبْلَهُ فَيَأْتِيَ بِحُزْمَةِ الْحَطَبِ عَلَى ظَهْرِهِ فَيَبِيعَهَا فَيَكُفَّ اللَّهُ بِهَا وَجْهَهُ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ النَّاسَ أَعْطَوْهُ أَوْ مَنَعُوهُ. (رواه البخاري باب الاستعفاف عن المسألة)

Artinya : Dari Az Zubair bin Al ‘Awam radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh seorang dari kalian yang mengambil talinya lalu dia mencari seikat kayu bakar dan dibawa dengan punggungnya kemudian dia menjualnya lalu Allah mencukupkannya kebutuhannya dengan kayu bakar tersebut, itu lebih baik baginya daripada dia meminta-minta kepada manusia, baik manusia itu memberinya atau menolaknya”. (HR. Bukhari dalam bab Manjaga diri dari meminta-minta).

Maka jelaslah Hadis ini menunjukkan pentingnya semangat dalam bekerja untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri dan keluarga yang menjadi tanggungannya, jika kita bekerja dan yang menjadi pendorong atau motivasi kerja kita adalah karena anjuran dari dalil diatas, insyaAllah apa yang kita kerjakan akan bernilai Ibadah, karena kita bekerja dalam rangka ta’at kepada Allah dan Rasul-Nya.

Mari sejenak kita perhatikan hadis berikut ini:

Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan dari upaya ketrampilan kedua tangannya pada siang hari maka pada malam itu ia diampuni oleh Allah. (HR. Ahmad)

Saudaraku, jika tujuan bekerja begitu agung. Untuk mendapatkan ridha Allah Subhaanahu wa ta’ala, maka etos kerja bagi seorang Muslim haruslah tinggi. Sebab motivasi kerja seorang Muslim bukan hanya harta dan jabatan, akan tetapi, pahala dari Allah Subhaanahu wa ta’ala. Maka tidak sepantasnya seorang Muslim memiliki etos kerja yang lemah. Coba kita perhatikan hadis diatas, terdapat kata-kata “susah payah” dan “kelelahan” yang menandakan tingginya etos kerja seorang muslim, bekerja keras, pantang menyerah dan jauh dari sifat malas.

Jadi, tidak ada kata malas atau tidak serius bagi seorang Muslim dalam bekerja. Motivasi kerja dalam Islam bukan semata mencari uang memegang jabatan, tetapi serupa dengan seorang mujahid, diampuni dosanya oleh Allah SWT, dan tentu saja ini adalah sebuah kewajiban seorang hamba kepada Sang Pencipta Allah Subhaanahu wa ta’ala

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top