KSPPS BMT TUMANG Berkoordinasi bersama Puluhan Pengelola Marketing Finance

Ada pepatah yang mengatakan “kebaikan yang tidak terorganisir akan dikalahkan oleh keburukan yang terorganisir.” Mungkin itulah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan koordinasi marketing finance KSPPS BMT TUMANG kali ini. Melalui forum koordinasi inilah manajemen yang baik dan rapi berusaha untuk diciptakan. Sebab peran KSPPS BMT TUMANG sebagai lembaga dakwah, tentunya perlu akan hal itu agar sasaran dakwah dapat tercapai.

Koordinasi ini dilaksanakan pada hari Kamis (16/2) bertempat di Aula kantor pusat KSPPS BMT TUMANG di Boyolali. Acara yang diinisiasi langsung oleh Harun Santoso selaku Direktur Marketing ini diagendakan satu hari penuh. Harun mengatakan “Tujuan dari koordinasi kali ini adalah untuk membahas targeting,  mengungkap beberapa permasalahan dan penguatan di sisi syariah.” Jumlah peserta yang datang tidak kurang dari 20 orang. Peserta terdiri dari pengelola marketing finance di seluruh kantor cabang yang dimiliki oleh KSPPS BMT TUMANG.

Diantara para peserta mengaku bahwa koordinasi kali ini tidak hanya sekedar forum kumpul-kumpul biasa yang diidentikan dengan mendengarkan pengarahan saja. Namun, dalam forum ini juga para ujung tombok (pengelola marketing) perusahaan dapat menyampaikan kendala-kendala yang tengah dialami dalam memenuhi targetnya. Sehingga segala hal yang dapat menghambat tujuan perusahaan dapat dikomunikasikan dengan baik untuk mencari solusi bersama.

Salah satu yang membuat koordinasi ini berbeda adalah kehadiran divisi audit internal dalam sesi di siang hari. “Pada kesempatan ini kita akan menyampaikan aturan main, apa dan bagaimana tim audit bekerja” ujar Febri salah seorang dari tim audit. Dengan disampaikannya materi tersebut setidaknya menjadi informasi penting bagi pengelola marketing. Sebab, kondisi di lapangan terkadang membuat iklim kerja antara tim audit dan pengelola marketing dalam keadaan berseberangan.

Bahkan sebelum sesi ini dimulai salah seorang pengelola menganggap “Audit bekerja untuk mengungkap kesalahan pengelola di lapangan.” Namun setelah forum ini selesai, diharapkan seluruh peserta dapat mengerti tentang peran audit dalam ikut mensukseskan akad-akad syariah. Sehingga tujuan dari koordinasi mengenai penguatan syariah dapat tercapai dengan baik dan tidak ada lagi persepsi yang salah mengenai posisi audit internal terhadap kinerja pengelola di lapangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top