Kunjungan Baitul Maal Tumang ke Agrobisnis Lele Karangpandan

Pada hari Rabu (1/2), , Baitul Maal Tumang dengan calon pengelola pondok enterpreunernya berangkat menuju kota Karangpandan. Kota itu terletak 55 km dari kota Boyolali yang memakan waktu sekitar 2 jam.

 

Tujuan dari perjalanan ini adalah sebagai bagian dari persiapan pondok enterpreuner yang dikelola oleh divisi pemberdayaan baitul maal Tumang yaitu Safangat. “Kedepannya pondok enerpreuner ini akan menjadi tempat untuk pembudidayaan ikan lele dengan sistem biofloc.”ungkapnya.

 

Sistem biofloc ini dinilai efektif, dan mampu mendongkrak produktifitas karena dalam kolam yang sempit dapat memproduksi ikan lele yang lebih banyak dengan biaya produksi yang lebih murah. Selain kuantitas ikan yang lebih banyak dan biaya yang lebih murah, kelebihan sistem bioflock ini juga memakan waktu relatif lebih singkat dari pada budidaya dengan sistem konvesional pada umumnya.

 

Ahmadi selaku tuan rumah yang telah tiga tahun berpengalaman dalam pembudidayaan sistem bioflock mengatakan, “Sistem ini sangat memperhatikan manajemen pengolahan air, agar air tersebut dapat menjadi tempat hidup mikroorganisme yang akan menjadi makanan alami ikan Lele.”

 

Dengan manajemen air yang baik maka sistem bioflok ini dapat menghasilkan gumpalan-gumpalan kecil (floc) yang akan dimakan oleh ikan. Keuntungan yang didapat oleh peternak ikan adalah biaya pakan menjadi lebih irit, tanpa mempengaruhi kualitas dan waktu panen ikan Lele.

 

Dari kunjungan ini, besar harapan kita untuk segera melihat hasil dari sistem biofloc yang akan dikembangkan oleh Baitul Maal Tumang.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top