Tanda Tanda Ketakwaan

Menjadi seorang hamba Allah yang bertakwa memanglah tidak mudah. Intensitas ‘komunikasi’ dengan-Nya haruslah terjaga. Jangan sampai ‘jarak’ antara kita dengan Allah SWT kian melebar, terbiaskan oleh urusan dunia yang memikat. Sebagai seorang umat Islam, tentu kita terdorong juga untuk memiliki pribadi yang bertakwa.

Hanya saja, untuk menjadi seorang hamba yang bertakwa tidaklah gampang. Butuh proses yang panjang. Salah satu proses itu ialah dengan mempelajari bagaimana kehidupan orang yang bertakwa itu, baik dalam ibadah maupun beramal. Ini penting untuk membangkitkan motivasi kita agar bisa menjadi seorang hamba yang bertakwa. Atau setidaknya menjadi referensi kita.

Banyak ciri yang disematkan bagi orang-orang yang bertakwa. Diantaranya ialah:

  1. Seorang yang bertakwa memiliki kerendahan hati. Maksudnya ialah ia tidak menunjukkan ke-ego-an yang berlebihan. Tidak mengklaim dirinya adalah sosok yang paling benar, golongannya paling baik atau klaim-klaim yang lain.
  2. Seorang yang memiliki derajat ketakwaan yang tinggi akan memiliki ruang toleransi yang kuat. Tidak menjadi pemantik bagi adanya perpecahan di kalangan umat muslimin. Menerima perbedaan sebagai sunatullah yang tak selamanya untuk dipertentangkan.
  3. Orang yang bertakwa memiliki amalan-amalan kebaikan yang berkesinambungan. Misalnya, sedekah. Mestinya, orang yang bertakwa akan mempunyai semangat bersedekah yang kuat. Selain itu, orang bertakwa memaknai konsep rezeki dari Allah SWT bukanlah berwujud materi semata. Namun, lebih dari itu.

Demikianlah intisari Pengajian Membangun Keluarga Utama (MKU) BMT TUMANG yang diselenggarakan pada Ahad, 13 November 2016 lalu di rumah salah seorang pengelola BMT TUMANG, Fauziatul Aliyah, Karang Kepoh, Banaran, Boyolali.

Pengajian yang menghadirkan Ustadz Nur Cholis, S.Ag tersebut dihadiri ratusan orang, baik dari keluarga besar pengurus, pengawas, dan pengelola BMT TUMANG. Juga hadir segenap tamu undangan.

Sementara itu, Adib Zuhairi selaku Diektur Utama BMT TUMANG dalam sambutannya mengatakan bahwa pengajian MKU merupakan bagian dari upaya mengokohkan nilai-nilai akidah dan penguatan akhlak bagi keluarga besar BMT TUMAG. “Pengajian ini merupakan agenda rutin internal BMT. Tujuannya jelas membangun pondasi akidah dan akhlak yang kuat bagi keluarga kita,” tandasnya.

Di samping itu, Adib juga menyampaikan bahwa keberadaan BMT TUMANG bukan sekadar berorientasi pada keuntungan saja. Namun, juga diimbangi dengan aktivitas sosial, dakwah keagamaan. “Pengajian ini salah satu bentuk kegiatan divisi Baitul Maal yang berorientasi pada dakwah. Ada juga santunan dan pemberdayaan umat,” imbuhnya.

Selain acara inti berupa pengajian, kegiatan yang digelar tiap dua bulanan ini juga diisi dengan pemberian santuan beasiswa dhuafa kepada warga yang kurang mampu. “Ini bentuk kepedulian sosial BMT TUMANG kepada para dhuafa. Ini sekaligus menjadi bukti bahwa aktivitas BMT TUMANG bukan saja bertujuan profit saja, namun juga sosial,” kata Jumali, selaku Manager Baitul Maal BMT TUMANG.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top