Ini Lho Rahasia Agar Keluarga Harmonis

“Kalau kita tidak mengurus keluarga dengan terus belajar, maka Allah akan memaksa kita untuk mengurusnya saat keluarga bermasalah”

 Memiliki rumah tangga yang harmonis tentu menjadi cita-cita semua orang yang sudah berumah tangga. Sayangnya, untuk meraihnya tidaklah mudah. Membutuhkan persiapan yang panjang dan kesungguhan. Mulai dari masa ‘pemilihan’ calon pasangan hidup hingga proses berumah tangga. Senantiasa membutuhkan adaptasi melalui proses pembelajaran yang tak pernah berhenti.

Allah SWT telah memberi banyak pelajaran soal mengelola rumah tangga melalui beragam kisah yang telah terjadi. Sebut saja kisah Nabi Nuh bersama istri dan anaknya, atau Nabi Luth dengan istrinya. Ternyata tidak semua pasangan hidup itu mau atau siap menjadi pendukung aktivitas kebaikan sang suami. Lihatlah bagaimana istri Nabi Ibrahim atau Nabi Luth yang justru menjadi bagian utama dalam melakukan penolakan dakwah yang beliau lakukan.

Dalam Pengajian Bisnis putaran ke-12 yang lalu, Ustadz Muhammad Amin selaku pembicara menyampaikan bahwa membangun rumah tangga bukan persoalan yang mudah. Bahtera rumah tangga akan retak jika antara suami dan istri kurang memahami hal-hal sebagai berikut:

  1. Memiliki persepsi yang sama dalam tujuan berkeluarga. Artinya, masing-masing pasangan memiliki pola pemikiran yang berbeda. Jika tidak komunikasi yang baik dan saling memahami, maka berisiko menimbulkan masalah.
  2. Persepsi yang sama akan dicapai ketika suami dan istri mau sama-sama belajar. Pasangan harus senantiasa belajar agar memiliki pemahaman yang sama. Bila hanya satu pihak saja yang belajar, maka akan ada ketimpangan. Untuk itu perlu sebuah kesepakatan bersama untuk saling belajar, misalnya melalui ikut kajian bersama. Melalui kajian itulah diharapkan antara suami-istri memiliki visi dan misi yang sama. Hal ini sudah tergambarkan melalui Alquran Surat Al Furqon: 74, Surat Tahrim: 6, Surat At Thur: 21.

Dengan demikian masing-masing akan memiliki kesamaan visi dan misi, sehingga bukan sekadar kebahagiaan dunia saja yang akan dirasakan, namun juga kebahagiaan akhirat.

Lantas, bagaimana agar visi dan misi antar pasangan bisa terjaga?

  1. Klarifikasi terhadap pasangan. Hal ini penting agar sumbatan komunikasi yang terjadi bisa terbuka.
  2. Mengadakan rapat keluarga. Tujuan dari rapat keluarga ini ialah untuk mempertajam kesamaan visi dan misi dalam berumah tangga.
  3. Berdoa secara massif. Artinya, untuk menjaga kekokohan visi dan misi perlu ‘komunikasi’ secara bersama secara intensitas dengan Allah SWT.
  4. Mengadakan evaluasi rutin terhadap visi dan misi yang sudah disepakati bersama.

Pesan dari pengajian tersebut jelas memberi dorongan kepada keluarga yang sudah mendirikan rumah tangga. “Semoga keluarga kaum muslimin memiliki kemampuan untuk senantiasa belajar, mengevaluasi visi dan misi masing-masing sehingga keluarga yang dibangun kian matang, dewasa dan memiliki kesadaran untuk memperbaiki kualitas keluarganya,” ujar Muhammad Amin.

Sementara itu, Adib Zuhairi selaku Direktur Utama BMT TUMANG dalam sambutannya mengatakan bahwa dipilihnya Tema: Membangun Harmonisasi dan Visi-Misi Keluarga adalah bagian dari ikhtiar untuk membangun keluarga yang harmonis. “Ini pengajian yang penuh edukatif bagi kita dalam membangun keluarga yang harmonis. Fungsi keluarga yang harmonis sesungguhnya sangat dibutuhkan dalam segala hal, termasuk dalam menyokong kesuksesan bisnis,” katanya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top