Mahasiswa Unida Gontor Magang di BMT TUMANG

Mulai 7-11 November 2016 ini, mahasiswa-mahasiswa dari Universitas Darussalam (Unida) Gontor Ponorogo, Jawa Timur melakukan kunjungan ke BMT TUMANG. Kunjungan selama 5 hari tersebut merupakan bagian dari pendidikan ‘lapangan’ yang wajib ditempuh para mahasiswa.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, mahasiswa-mahasiswa Unida dari Gontor tersebut berkunjung ke BMT TUMANG dalam rangka belajar memperdalam khasanah keilmuan di bidang ekonomi syariah.

Muhammad Abdurahim selaku perwakilan mahasiswa Unida mengatakan bahwa proses kunjungan atau magang di BMT TUMANG pada dasarnya bertujuan untuk tugas studi. Utamanya untuk belajar tentang ekonomi atau keuangan syariah. Namun, lebih dari itu juga sebagai sarana melanggengkan jalinan silaturahim dengan BMT TUMANG. Pasalnya, sudah beberapa kali pihak Unida menjadikan BMT TUMANG sebagai partner dalam berbagi ilmu di bidang keuangan syariah.

“Mewakili pihak rektorat, kami mengucapkan terimakasih kepada BMT TUMANG yang bersedia menjadi partner kami dalam memperdalam keilmuan di bidang keuangan syariah,” tandas Abdurahim. Selain itu, mahasiswa Fakultas Ekonomi Syariah tersebut juga menyampaikan bahwa dipilihnya BMT TUMANG sebagai tempat untuk belajar dan sharing persoalan keuangan syariah lantaran reputasi BMT TUMANG yang sudah teruji. “Kami melihat BMT TUMANG lembaga keuangan syariah yang konsisten dan bahkan kian memiliki pengaruh kuat di masyarakat. Untuk itu, kami pantas kiranya jika kami belajar di lembaga keuangan syariah ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Utama BMT TUMANG, Adib Zuhairi, S.Sos, M.Si menyambut penuh kehangatan bagi para mahasiswa Unida Gontor yang untuk kesekian kali percaya dengan BMT TUMANG sebagai tempat untuk saling diskusi persoalan keuangan syariah. “Kunjungan atau magang ini secara tidak langsung mendorong kami untuk terus meningkatkan kualitas internal BMT TUMANG. Mulai dari kualitas SDM, sistem hingga pelayanan,” ujarnya.

Tidak lupa, mewakili pihak BMT TUMANG, Adib Zuhairi juga berharap agar proses magang selama 5 hari bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk belajar soal BMT, khususnya di bidang keuangan syariah. “Kami ingin kunjungan atau magang ini bukan sekadar tanda bagi langengnya silaturahim antar dua lembaga atau institusi. Namun, harus ada kemanfaatan yang diperoleh,”imbuhnya.

Adapun proses magang tahun ini sendiri diikuti oleh 10 mahasiswa dengan orientasi bukan saja di sisi teori keuangan syariah (Tamwil) saja. Namun, juga belajar di bidang Maal. “Satu hal yang harus dipahami oleh mahasiswa adalah bahwa antara Tamwil dengan Maal merupakan satu kesatuan yang utuh, yang saling menopang. Jadi, selama magang di sini dua divisi ini wajib untuk diketahui bersama,” pungkas Adib.  (Raka)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top