Menarik Keberkahan dalam Hidup

“Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan (nasib) suatu kaum, sampai kaum itu merubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar ra’d: 11)

 

Pernahkah kita mengalami kehidupan yang serba mudah, rezeki dibuka terus oleh Allah? Atau sebaliknya. Kita mengalami hidup susah, berat, rezeki mampet? Kedua siklus tersebut pasti hampir semua orang pernah mengalaminya.

Terlepas dari itu semua, sesungguhnya manusia memiliki peluang untuk menjadikan hidup dan kehidupannya berkah dan beruntung. Dan ini tentu ada rumus yang bisa diterapkan oleh kita. Dan rumus itu yang utama terletak pada niat. Jika niat awal kita benar, artinya hanya untuk memohon ridho Allah SWT, maka segalanya akan terasa mudah.

Keberhasilan manusia sesungguhnya ditentukan oleh dua faktor, Allah SWT dan kita sendiri, manusia. Faktor Allah SWT: bertakwa, berdoa secara terus menerus. Artinya, ‘komunikasi’ dengan Allah SWT haruslah senantiasa terjaga dan berkesinambungan. Jangan sampai hubungan dengan Sang Pemilik Hidup terputus.

Sementara itu, dari faktor manusia ditentukan oleh expert (ahli di bidangnya), aset (pengoptimalan tubuh: kerja keras, cerdas, dan ikhlas), epos (energi positif, amal kebaikan). Ketiga faktor ini haruslah berimbang dan saling mendukung. Satu saja ada faktor yang kurang mendukung, maka hampir dipastikan kesuksesan itu tak pernah bisa diraih.

Allah SWT mengkorelasikan semua itu dalam Alquran Surat Al Hadid ayat 1-11. Di ayat 1-6, Allah tunjukkan kehebatan-Nya, ke-mahakuasaan-Nya. Di ayat 7-10, Allah perintahkan kita untuk beriman kepada-Nya. Sementara ayat 11 Allah ‘merayu’ kita untuk dipinjami kebajikan: “Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, mak Allah akan melipatgandakan (balasan) pinjaman itu untuknya, dan dia akan memperoleh pahala yang banyak.” (QS 57:11)

Kata ‘meminjamkan kepada Allah’ adalah melakukan kebaikan karena Allah. Lantas langkah-langkah apa yang harus kita lakukan?

  1. Koreksi diri, selama ini sudah berapa persenkah yang kita pinjamkan ke Allah? (Ingat 2,5 adalah batas ambang kikir)
  2. Mau dinaikkan berapa persen? Mau dipertahankan sampai kapan?
  3. Tulis dan lakukan aktivitas sederhana, simpel, untuk meminjamkan kebaikan ke Allah.

Demikianlah ringkasan dalam pengajian bisnis putaran ke-11 beberapa waktu lalu. Pengajian rutin dua mingguan ini menghadirkan tim Ustadz Muahammad Amin (Tim Ustadz Bambang Nugroho).

Dihadiri puluhan jamaah, pengajian yang diselenggarakan di Aula Lantai 3 Kantor Pusat tersebut lebih menekankan pada bagaimana kita sebagai manusia senantiasa ‘menjaga’ hubungan dengan Allah SWT. Dengan menjaga hubungan dengan Allah SWT, maka keberkahan dan keberuntungan hidup akan menghampiri kita. “Memang sumber keberkahan itu dari Allah SWT. Namun, secara manusiawi kita harus memanfaatkan tiga potensi —expert, aset, epos– yang sudah dibekalkan kepada kita,” tandas Muhammad Amin.

Dalam bahasa lain, Amin ingin menegaskan kepada semua jamaah bahwa keberkahan dan keberuntungan hidup itu sebenarnya bisa dimiliki oleh setiap manusia. Asalkan manusia itu bisa menjaga niat melalu melanggengakan hubungan yang baik dengan Allah SWT. Juga, bagaimana memanfaatkan semua potensi yang telah dianugerahkan Allah SWT kepada kita.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top