Workshop Peningkatan Kapasitas Pelaku Usaha Kreatif

Upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan industri kreatif tampaknya bukan isapan jempol. Banyak program yang dicanangkan pemerintah terkait hal tersebut. Misalnya dalam kegiatan yang diselenggarakan PBMT Ventura bekerjasama dengan Badan Ekonomi Kreatif Deputi Akses Permodalan di Hotel Lor In Solo 25-27 Agustus 2016 lalu. Sebanyak 50 pengrajin tembaga dan kuningan yang berasal dari Desa Tumang, Boyolali menjadi peserta dalam workshop yang menghadirkan beberapa pakar di bidangnya.

Kepala Deputi Akses Permodalan, Fajar Utomo dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan workshop yang bertajuk Peningkatan Kapasitas Pelaku Usaha Kreatif tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas para pelaku usaha kreatif. Khususnya di bidang kerajinan tembaga dan kuningan. “Dari data BPS yang kami terima, bidang kerajinan termasuk dari enam sektor yang di-push untuk bisa tumbuh. Pasalnya, visi tahun 2020 karya Indonesia diharapkan bisa mendunia,” tandasnya.

Bersama dengan sektor fishion, kuliner, film, aplikasi digital, dan musik, lanjut Fajar, kerajinan termasuk memiliki potensi tinggi untuk berkembang. “Workshop ini semoga bisa meningkatkan value dari pelaku usaha kreatif termasuk dengan produknya,” harapnya.

Sementara itu, Adib Zuhairi, selaku Direktur Utama BMT TUMANG menyampaikan pesan agar para pelaku usaha kreatif, khususnya pengrajin tembaga dan kuningan dari Desa Tumang agar lebih inovatif dan bervisi jauh ke depan. “Produk kerajinan Desa Tumang sudah memiliki reputasi internasional. Oleh sebab itu, mestinya bisa mendorong para pengrajin di level ‘bawah’ untuk lebih bersemangat agar bisa berkembang di masa mendatang,” tandasnya.

Adib juga menambahkan bahwa selama ini BMT TUMANG melalui Baitul Maal juga telah memberikan pendampingan secara intens ke beberapa pengrajin melalui Program Pemberdayaan Usaha Masyarakat (Pokusma). Program yang lebih bermuatan sosial tersebut memiliki tujuan agar para pengrajin yang selama ini kurang beruntung dari aspek permodalan, bisa memanfaatkan pembiayaan dengan sistem qord. “Kami ingin mereka punya kualitas yang meningkat. Baik dari sisi kreativitas maupun produk, sehingga daya tawar mereka kian meningkat,” ujarnya.

Sementara itu, Jularso, Ketua PBMT Indonesia sebagai pemateri di sesi motivasi berharap agar semua peserta workshop memiliki niat yang lurus sebagai pengrajin atau pengusaha yang bukan berorientasi pada dunia semata. “Orientasi pengusaha jangan sekadar uang, tapi mendapat value (berkah).” tandasnya.

Adapun kegiatan workshop tersebut juga diisi dengan praktik bagaimana para peserta berinovasi dengan sebuah produk dengan pemateri dari akademisi Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top