Mari Koreksi (Ulang) Sholat Kita!

Kapan terkahir kita merenung tentang sejauh mana sholat yang kita tegakkan mampu ‘memerangi’ keburukan atau kemungkaran, baik dalam diri kita maupun orang lain? Jika hal ini tidak pernah terlintas dalam enak kita, maka barangkali ada yang salah dengan sholat kita. terlebih jika saat ini –kita yang (mungkin) sudah rajin sholat– namun, masih saja memiliki perangai yang buruk: lisan yang tajam, bersikap kasar terhadap pasangan, korupsi, maksiat serta yang lain.

Sholat yang hakikatnya bisa berfungsi untuk mencegah perbuatan keji dan munkar, justru tidak memilik dampak positif apapun. Hanya sebatas penggugur kewajiban dan ritual harian yang nihil makna. Mungkin kenyataan ini pernah kita rasakan atau malah sedang kita alami dan sudah berlangsung lama. Kita masih saja memiliki tabiat yang kurang terpuji. ‘Buah’ dari ibadah sholat kita bukanlah akhlak yang mulia, namun masih ternoda dengan keburukan. Jika iya, berarti sholat yang kita lakukan selama ini dalam level waspada bahkan bahaya! Untuk itu, sudah saatnya mengoreksi (ulang) sholat kita! Jangan biarkan aktivitas sholat kita tidak memberi dampak bagi perbaikan kualitas iman dan akhlak kita.

Memperbaiki sholat dari aspek pemaknaan, sehingga diharapkan akan menjadikan berkualitas iman dan akhlak kita inilah yang menjadi tema dalam Pengajian Bisnis Pekan ke-7 BMT TUMANG yang digelar rutin di Aula Lantai 3 Kantor Pusat BMT TUMANG beberapa waktu lalu. Bambang Nugroho selaku pemateri dalam pengajian tersebut secara tegas mengajak jamaah untuk lebih intens mereview sholat yang saat ini sudah kita jalankan. “Mengapa banyak orang yang sholatnya sudah rajin, tapi masih saja berbuat kerusakan, kemunkaran dan sejenisnya. Itu berarti ada yang salah dengan sholat mereka. Maka, kita harus perbaiki pemaknaan dan praktik sholat kita selama ini,” tandasnya.

Lebih lanjut Bambang Nugroho mengajak kita untuk melakukan muhasabah terhadap sholat dan fungsinya. Pertama, sholat adalah sebuah peristiwa besar, satu-satunya wahyu yang harus dijemput Nabi Muhammad SAW melalui proses isro’ mi’roj. Kedua, Allah SWT mengatur kehidupan manusia melalui aktivitas sholat yang sudah ditetapkan waktunya. Mulai dari mengawali aktivitas hingga akan beristirahat. Ketiga, gerakan dalam sholat adalah media penyembuhan, sarana menjaga kesehatan. Bahkan bisa mencerdaskan otak manusia. Keempat, sholat adalah amalan yang kali pertama yang bakal dihisap. “Setidaknya empat hal itulah yang perlu kita koreksi ulang. Barangkali pemaknaan kita tentang sholat selama ini kurang mendalam, atau bahkan tidak berfikir sejauh itu,” katanya.

Nah, untuk itu Bambang Nugroho memberi saran agar saat ini kita membiasakan diri mencoba menghayati betul setiap gerakan wudhu dan sholat dari mulai takbiraul ikhrom hingga salam. Belajarlah sadar diri bahwa di saat sedang sholat, Allah SWT ‘memperhatikan’ kita. Pemaknaan dan penghayatan tersebut berlanjut pada aspek bahasa bacaan sholat. Memahami dan meresapi kandungan arti tiap bacaan dalam gerakan sholat adalah sarana menjadikan sholat kita bermakna. “Bila pemaknaan dan pemahaman kita tentang sholat sudah benar, maka sholat kita akan bermakna. Memberi dampak positif dalam perilaku hidup kita. Mari, perbaiki kualitas sholat kita, meningkatkan kekhusyukannya sehingga pada gilirannya akan ‘berbuah’ akhlak yang mulia,” pungkasnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top