Kupas Tuntas Umroh Berbasis MKU

Dewasa ini ibadah umroh dinilai semakin penting, bahkan telah menjadi kebutuhan. Maka bukan hal yang aneh jika tren kaum muslimin untuk berumroh terbilang tinggi. Karenanya, sesuai visi PBMT Indonesia — jati diri BMT adalah lembaga dakwah –, media dakwah melalui jamaah umroh mempunyai peranan yang cukup efektif.

Wajar jika BMT-BMT yang terhimpun di PBMT Indonesia mempunyai pruduk simpanan maupun pembiayaan umroh. Di mana secara teknis pelaksanaan dikelola oleh biro dari perhimpunan (PBMT Travel). Dengan demikian, pengelolaan jamaah lebih mudah dan tidak melulu berorientasi bisnis.

Nah, dalam upaya meningkatkan layanan produk maupun pembiayaan umroh sekaligus mengkonsep berbasis MKU Model, beberapa waktu lalu PMBT Travel menyelenggarakan pelatihan sehari yang bertajuk ‘Kupas Tuntas Umroh Berbasis MKU’ dengan peserta semua BMT Perhimpunan Soloraya.

Pelatihan yang bertempat di Aula Lantai 3 Kantor Pusat BMT TUMANG Jl. Boyolali-Semarang Km.01, Penggung, Boyolali tersebut menghadirkan pemateri H. Adib Zuhairi, selaku Direktur Utama PBMT Travel dan H. Asep Sudrajat sebagai Direktur Marketing.

Sebelum menyampaikan materi, Adib Zuhairi dalam sambutannya mengatakan bahwa tujuan dari diselenggarakannya pelatihan soal umroh selain untuk sosialisasi produk atau pembiayaan umroh juga melihat tren ibadah umroh di kalangan muslimin yang kian tinggi. “PBMT Travel akan memberi support kepada anggota BMT yang akan pergi ibadah umroh dengan kualitas layanan yang prima,’ tandasnya.

Selain itu, Adib juga mengatakan jika tren kaum muslimin untuk beribadah umroh kian tinggi. “Fakta ini secara bisnis memang potensial, namun tujuan kita bukan itu. Lebih pada upaya kita memberi pelayanan prima kepada anggota agar ibadah mereka lebih nyaman dan lancar,” tandasnya.

Sementara di materi inti, Adib lebih menekankan pada aspek bagaimana membangun Keluarga Utama (MKU) adalah metode pembinaan bagi Insan (Anggota) BMT untuk mewujudkan keluarga utama berbasis maqhosidu syariah (5 Sehat ; Spiritual, Sosial, Intelektual, Kesehatan dan Finansial) melalui  tujuh amalan utama (Ilmu, Tilawah Al-quran, Sholat Malam, Shalat Berjamaah di Masjid, Bersedekah, Bersilaturrohim dan  Berpuasa). “Maka dalam setiap aktivitas manasik umroh disusun khusus dengan kurikulum MKU, dengan harapan jamaah mendapat sesuatu, nilai lebih tidak sekadar menjalankan manasik umroh sesuai ketentuan syariah,” tandasnya.

 

Lebih lanjut Adib menjelaskan bahwa jadwal kegiatan (paket Umroh) sudah disusun sedemikian rupa, dengan agenda kajian terjadwal, kunjungan (ziarah) ke tempat-tempat yang mempunyai makna dalam sejarah perjuangan Islam, sehingga jamaah bisa mengambil hikmah, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas spiritual jamaah. “Diharapkan sepulang ke tanah air, dapat dirintis jamaah MKU Alumni Umroh periode tertentu, di bawah binaan BMT masing-masing, sehingga ada tindak lanjut, dengan tujuan akan tetap terjaga kualitas umrohnya, terjaga semangat spiritualnya,” ujarnya.

Sementara itu H. Asep Sudrajat sebagai Direktur Marketing lebih berbicara pada aspek pengertian umrah, hukum dan teknis umrah secara keseluruhan. “Produk dan layanan umroh dari kami secara detail bukan saja untuk memberikan pemantapan batin jamaah soal umroh saja, namun juga bagaimana sepanjang mereka menjalankan ibadah umroh mereka puas secara pelayanan,” tandasnya.

Bagi PBMT Travel. Imbuh Asep, pelayanan yang ‘sempurna’ terhadap para jamaah akan menjadi garansi bagi kualitas PBMT Travel sendiri. “Kami ingin semua jamaah yang telah beribadah umroh melalui biro ini merasa terlayani dengan baik. Ini penting sebagai modalitas kita untuk promosi ke para anggota BMT,” tukasnya.

Sementara itu, wahyuning salah seorang pengelola yang ikut pelatihan mengaku puas dengan penjelasan pemateri. Dia berharap penjelasan dari pemateri yang detail dan komprehensip akan memudahkannya untuk menyampaikan kepada anggota BMT. “Bagus. Pelatihan ini penting bagi kami untuk ‘menjual’ produk umroh dari PBMT Travel kepada masyarakat luas,” tandasnya.

Hal senada juga disampaikan Rohmat. Menurutnya selama ini pelatihan umroh dari PBMT Travel perlu digalakkan. Sebab, selama ini anggota BMT-BMT yang masuk dala perhimpunan kian banyak. “Secara bisnis potensi umroh memang tinggi. Namun, tujuan kita bukan itu. Namun, mengkoordinir mereka lalu ‘mengelola’ mereka pasca menjalankan ibadah umroh itu jauh lebih penting. Dan pembuatan MKU model bagi jamaah akan bagus untuk senantiasa ‘mengkondisikan’ mereka dalam spiritual yang benar,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top