Memperluas Rezeki dengan Silaturahim

Sejak di-launching pada akhir bulan lalu, pengajian bisnis ke-2 yang diselenggarakan BMT TUMANG beberapa waktu lalu mendapat apresiasi tinggi dari para peserta. Hal itu terbukti dengan jumlah peserta yang memenuhi Aula Lantai 3 Kantor Pusat BMT TUMANG.

Bukan hanya itu, tingginya apresiasi mereka juga dapat dilihat dari cara interaksi mereka dengan Ustadz Bambang Nugroho yang lebih terlihat cair namun penuh keseriusan. Pada pengajian bisnis ke-2 tersebut, Ustadz Bambang Nugroho lebih menonjolkan aspek silaturahim sebagai bagian dari strategi untuk meraih kesuksesan duni dan akhirat.

Motivator nasional tersebut mengatakan bahwa di antara strategi yang diajarkan Islam melalui akhlak atau perilaku Rasulullah SAW dalam berkehidupan ialah dengan menyambung silaturahim. Menurut Bambang, banyak manfaat yang didapat dari silaturahim itu sendiri. Misalnya, diluaskan rezekinya, dipanjangkan umurnya, khusnul khatimah dan beberapa manfaat yang lain.

Silaturahim, lanjut Bambang adalah wujud ikhtiar batin sekaligus fisik. Ikhtiar batin kuncinya di niat, sementara ikhtiar fisik kuncinya dengan kita bertindak. Masing-masing memberikan manfaat dan pasti akan luar biasa jika keduanya dikombinasikan. “Orang kafir yang gemar bersilaturahim pun akan mendapatkan rezeki, tapi hanya di dunia saja. Namun, jika kita sebagai muslim dengan niat ikhlas bersilaturahim, maka akan mendapatkan keluasan rezeki di dunia dan akhirat,” tandasnya.

Untuk itu, sambung Bambang, harus ada niat yang lurus saat bersilaturahim. Jangan sampai orientasi silaturahim hanya untuk mengejar kesuksesan dunia. Namun, niatkan karena Allah SWT. Tanpa niat karena Allah SWT, memang kita bisa mendapatkan manfaat dunia seperti diluaskan rezeki, namun hanya sebatas di dunia saja. Jika kita ingin mendapatkan manfaat dunia dan akhirat, maka niatkan silaturahim hanya untuk Allah SWT, ibadah kepada-Nya,” tandasnya.

Secara bahasa, kata silaturahim berasal dari dua kata yaitu shilahun dan rahim. Shilah artinya hubungan dan rahim artinya kasih sayang, persaudaraan, atau rahmat Allah ta’ala. Jadi, silaturahim berarti menghubungkan kasih sayang, persaudaraan karena Allah, sehingga rahmat Allah menyertai ikatan itu.

Silaturahim tidak sebatas bertemu, tetapi juga menjadikan pertemuan itu sebagai sarana mendatangkan rahmat Allah. Yang paling sederhana saja dengan ucapan salam, di mana kita mendoakan orang yang kita jumpai agar mendapatkan keselamatan dan rahmat Allah SWT.

Lalu, bagaimana silaturahim tersebut bisa memperluas rezeki?  Karena silaturahim itu adalah aktivitas hati dan fisik, maka rezeki bisa datang dengan berbagai cara. “Pertemuan kita dengan suadara bisa mendatangkan peluang, baik peluang kerja maupun peluang bisnis. Namun kita jangan membatasinya hanya sebatas itu saja. Sebab Allah-lah yang memiliki wewenang memberikan rezeki kepada hamba-Nya dari arah yang tidak disangka-sangka. Kapan dan seberapa besarnya, itu adalah hak Allah yang menentukan. Bersabarlah, rezeki itu akan datang, tetaplah bersilaturahim karena Allah tidak mungkin menyalahi janji-Nya,” pungkas Bambang.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top