Pelatihan Fikih Ziswaf untuk Pengelola Baitul Maal

Dalam rangka meningkatkan kualitas keilmuan dan ketrampilan pengelola Baitul Maal dalam hal fikih ziswaf, maka PBMT MPD Karanganyar menyelenggarakan pelatihan fikih ziswaf dengan peserta pengelola Baitul Maal dari BMT Se-Solo Raya yang tergabung dalam perhimpunan.

Dalam pelatihan yang diselenggarakan di rumah dinas wakil bupati Karanganyar tersebut menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya. Di antaranya Ustadz Dr. Kadarusman, M.Ag. Dengan materi Fikih Zakat, ustadz kelahiran Madura ini menyampaikan bahwa pentingnya semua umat Islam, utamanya pengelola Baitul Maal untuk mengetahui fikih zakat. Pasalnya, selain zakat termasuk dalam rukum Islam, juga dalam sejarahnya potensi zakat mampu memberikan nilai kemanfaatan yang luar biasa dalam urusan kehidupan sosial ekonomi umat.

“Jujur saja bahwa peta potensi zakat di Indonesia ini masih besar, namun belum tergarap secara maksimal. Untuk itu, dibutuhkan sumber daya insani yang bisa mengerakkan kesadaran masyarakat agar menunaikan zakat. Namun, sebelumnya perlu kiranya jika kita, khususnya tim maal memiliki pengetahuan yang cukup soal zakat, baik dari aspek hukum maupun dalam aspek penghitungannya” tandasnya.

Sementara itu pemateri kedua, Ustadz Kholil, SE. lebih menekankan bagaimana pengelolaan dana ziswaf yang tepat sasaran. Menurutnya, pengelolaam dana ziswaf akan memiliki kemanfaatan yang besar bagi umat jika tim pengelolanya memiliki managemen, pengetahuan, dan ketrampilan yang bagus.

“Pengelolaan dana ziswaf sama pentingnya dengan penghimpunan. Artinya, keberhasilan penghimpunan dana ziswa namun jika tidak diimbangi dengan pentasarufan yang berdasarkan asas keadilan, pemerataan, kemanfaatan dan skala prioritas sama saja juga kurang optimal. Untuk itu, pengelolaan dana ziswaf harus benar-benar diperhatikan bagi pengelola maal,” ujarnya.

Dalam pelatihan sehari tersebut, sebelum memasuki acara inti, sebelumnya para peserta diberi motivasi oleh Drs. H. Joelarso selaku Presiden Perhimpunan BMT Indonesia. Dalam kesempatan tersebut Joelarso mengingatkan betapa mulianya menjadi pengelola maal. Menurutnya, pengelola maal yang benar yang bekerja berlandaskan ibadah karena Allah SWT maka kehidupannya di dunia dan akhirat akan dijamin oleh Allah SWT. “Para amil adalah orang-orang yang terpilih yang mendapatkan ‘sertifikat’ atau SK langsung dari Allah SWT. Ini adalah pekerjaan yang mulia,” tandasnya.

Untuk itu, lanjut Joelarso, sambutlah amanah itu dengan kerelaan dan keikhlasan hati hanya mengharap ridha Allah SWT. “Sekali lagi, ini pekerjaan mulia. Karenanya tunaikanlah pekerjaan ini sebaik-baiknya. Untuk itu, bekali diri dengan ilmu dan ketrampilan yang memadai,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top