BMT TUMANG Mandirikan Umat dengan Program Pokusma

 

Perhatian BMT TUMANG kepada pedagang mikro telah dibuktikan dengan menghadirkan program Kelompok Usaha Masyarakat (pokusma). Program murni bersifat sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian BMT TUMANG dalam upayanya memandirikan pedagang mikro atau kecil.

Di samping itu, program yang berbasis sosial ini juga dalam rangka membantu meringankan pedagang dalam hal permodalan. Sebab, selama ini mereka mengalami kendala dalam mengakses permodalan secara profesional.
Secara teknis, program pokusma ini di bawah koordinasi Baitul Maal. Mengingat program sosial ini bukan sekadar memberi bantuan dari aspek permodalan saja, namun juga ada pendampingan secara agama. Artinya, di samping anggota kelompok mendapatkan kemudahan dalam permodalan, juga secara ruhani mereka juga ‘terdampingi’.

Menurut Adib Zuhairi, selaku direktur utama BMT TUMANG mengatakan bahwa pokusma merupakan program sosial BMT TUMANG dengan titik perhatian kepada pedagang kecil atau mikro yang selama ini mereka terkendala dari sisi permodalan.
“Ini bentuk kepedulian sosial kami, BMT TUMANG terhadap pedagang kecil. Program ini bertujuan agar mereka bisa segera mandiri dan mampu membesarkan usahanya, sehingga secara umum diharapkan perekonomian mereka bisa mapan,” tandasnya.

Sementara itu, Jumali selaku manager Baitul Maal BMT TUMANG menilai langkah BMT TUMANG dalam membantu masyarakat yang memiliki usaha mikro atau kecil adalah sebuah rencana besar dan mulia dari lembaga untuk membantu penghidupan mereka. “Ini murni program sosial kemanusiaan, sehingga perlu kita dukung dan sukseskan bersama,” tandasnya.

Sejauh ini BMT TUMANG telah mengelola pokusma sebanyak 15 kelompok. Kelompok-kelompok pokusma tersebut masih terpusat di beberapa wilayah saja. Rencananya masing-masing kantor cabang BMT TUMANG yang tersebar di beberapa kabupaten dan kota di provinsi Jawa Tengah juga akan membentuk pokusma yang baru.

Diharapkan dengan semakin banyaknya program pokusma yang terdapat di masing-masing kantor cabang, maka usaha anggota kelompok akan tetap bisa berjalan. Dengan demikian penyebaran pemerataan pemberdayaan ekonomi masyarakat akan semakin luas.
Mariyatun, salah seorang ketua Pokusma ‘Puspa Indah’ wilayah Sambirejo, Cepogo, Boyolali mengaku senang dan berterima kasih dengan keberadaan program pokusma dari BMT TUMANG. Menurutnya, program sosial tersebut sangat dibutuhkan bagi pedagang kecil seperti dirinya.

Lebih lanjut, pemilik warung makan ini mengatakan bahwa perhatian BMT TUMANG terhadap dirinya dan anggota yang lain adalah sebuah langkah mulia. “Secara pribadi program ini sangat membantu perekonomian masyarakat. Kehidupan kami jadi bisa terbantu. Inilah program pemberdayaan yang nyata, yang bersentuhan langsung dengan harapan masyarakat,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Kirji, ketua Pokusma ‘Terang Bulan’. Kelompok yang berada di Gubug, Cepogo, Boyolali ini mengaku sangat terbantu dengan program sosial dari BMT TUMANG. “Inilah program yang sangat dibutuhkan masyarakat kelas ‘bawah’ seperti kami. Program yang langsung menyasar pada problematika umat,” tandasnya.
Adapun jenis usaha dari kelompok Pokusma begitu beragam. Mulai dari pedagang sayur, pedagang mainan anak-anak, pedagang cilok, hingga warung soto.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top