BMT TUMANG Gelar Talk Show di Radio

Dengan semakin bertambahnya wilayah dakwah di bidang ekonomi syariah, maka menjadikan managemen BMT TUMANG dituntut untuk lebih ‘agresif’ dalam melalukan sosialisasi ke masyarakat. Sebab, tanpa upaya sosialisasi yang intens dan berkelanjutan, maka laju gerak dakwah di bidang ekonomi syariah akan tersendat.
Berbagai upaya untuk ‘mengenalkan’ BMT TUMANG berikut produk-produknya ke tengah-tengah masyarakat terus dilakukan. Selain menggunakan cara konvensional seperti melalui pelaksana marketing funding, juga melalui berbagai selebaran, brosur hingga sosialisasi dalam bentuk paket acara. Baik, berupa bakti sosial maupun siaran-siaran langsung (live) di stasiun radio dengan format talk show.

Nah, salah satu upaya sosialiasi yang terangkai dalam paket siaran langsung di stasiun radio ialah ketika BMT TUMANG bersinergi dengan Stasiun Radio MH FM Solo. Sudah sekian tahun, kedua pihak ini bersinergi dalam rangka mendakwahkan sistem ekonomi syariah melalui gelaran talk show. Dengan durasi siaran 1 jam, BMT TUMANG melakukan penetrasi sosialisasi dengan format talk show dengan narasumber dari jajaran direksi.
Adib Zuhairi, selaku direktur utama BMT TUMANG mengaku bahwa siaran langsung di stasiun radio adalah bentuk varian lain yang lebih modern dalam berdakwah. Terlebih saat ini BMT TUMANG telah melebarkan sayap dakwahnya di area Solo kota. Jadi, melalui siaran di stasiun radio potensi masyarakat mengenal BMT TUMANG kian besar. “Kami sadar bahwa tantangan dakwah di perkotaan juga berat, makanya kami harus menyikapinya dengan lebih bijak, kuat dan kreatif. Dan melalui acara live di stasiun radio inilah diharapkan orang jadi kenal apa dan siapa BMT TUMANG,” akunya.

Selain itu, imbuh Adib, karakteristik dan lingkungan sosial perkotaan yang beda dengan pedesaan menuntut setiap pelaku usaha atau pelaku dakwah untuk lebih jeli dan kreatif dalam memasarkan ‘produknya’. Dan siaran di radio adalah salah satu cara yang tepat. “Kami akan berupaya memanfaatkan setiap peluang atau celah sebagai media dalam mensosialisasikan profil dan produk kami. Intinya, kami harus semakin lebih massif dalam mengenalkan BMT TUMANG ke masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, dipilihnya stasiun radio MH FM lantaran memiliki visi yang sama. Yakni, sebagai media dakwah dengan sasaran pendengar kaum muslimin. “Inilah alasan kami mengapa kami bersinergi dengan stasiun radio Islam yang memiliki komitmen sama dalam dakwah. Tak terkecuali siaran dakwah di bidang ekonomi syariah,” pungkas Adib.

Hal senada juga disampaikan Parnu, selaku manager Litbang BMT TUMANG. Menurutnya, kondisi sosial ekonomi masyarakat akan mempengaruhi pola dakwah yang di jalankan BMT TUMANG. Khususnya, dalam hal proses sosialisasi. “Siaran di stasiun radio selain terbilang langkah yang moderat, juga karena faktor sosial ekonomi. Semoga, dengan cara yang kian beragam dalam melakukan sosialisasi ini bisa ‘menjaring’ anggota lebih banyak. Dengan demikian hal itu menjadi tanda bahwa kesadaran masyarakat untuk beralih ke sistem ekonomi syariah akan lebih banyak pula,” katanya.

Sementara untuk materi siaran, selain memperbincangkan produk-produk tamwil juga disampaikan produk maal dengan narasumber yang berkompeten. “Maal dan tamwil adalah satu kesatuan, sehingga sosialisasi yang dilakukan ke masyarakat haruslah berimbang,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top